Selasa, 25 Agustus 2009

Brainstorm #1

Selasa, 25 Agustus 2009
@ Jinnemo, Jogjakarta

Ada sebuah pertanyaan yang muncul, sewaktu brainstorm pertama ini dilakuin.. Yaitu, apakah isu tentang etnis dan ras masih cocok ato masih fresh buat diangkat buat masa-masa sekarang.. Isu seperti ini, memang sedikit banyak punya resistensi dan gak nutup kemungkinan juga buat terjadinya gesekan.. Salah sedikit sewaktu mempersepsi suatu masalah, justru bisa jadi imbas atau efek yang mungkin gak kepikiran sekarang..

Ide awalnya dari Sang Saka ini, adalah untuk mengangkat sebuah kehidupan di kawasan Pecinan yang didominasi etnis chinese. Pandangan awalnya, kehidupan di kawasan ini, dipenuhi dengan sikap apatis dan cenderung kurang memperhatikan aspek-aspek kehidupan lain.. Karena mayoritas dari penduduk di sana lebih berpikir bagaimana untuk dapat bertahan hidup.. Sehingga persoalan seperti nasionalisme mungkin akan menjadi persoalan yang kurang penting atau bahkan tidak penting bagai mereka..

Sang Saka...
Digagas oleh Pandhu Adjisurya sebagai sebuah film yang menceritakan tentang kehidupan seorang perempuan muda keturunan yang mempunyai cita-cita untuk dapat menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera.. Walaupun dirinya adalah seorang keturunan yang bukan merupakan seorang pribumi atau Indonesia asli, dirinya tetap bangga dan ingin mengibarkan bendera Indonesia di tempat yang tertinggi dan terhormat di Indonesia...

Itulah gambaran kasar dari film ini nantinya, namun ketika brainstorm tadi bermunculan beberapa ide baru.. Yudo Nugroho memberikan ide bahwa mungkin sudah terlalu pasaran mengangkat sebuah persoalan dari etnis china...

Mungkinkah Sang Saka akan mengangkat cerita kehidupan yang lain?
Nantikan...

SANG SAKA
Bukan sekedar bendera..
Bukan sekedar lambang..
Bukan sekedar simbol..
Namun Bukti dan Kebanggaan

Penggagas :
Pandhu Adjisurya, Gandes P.W, Yohanes Januadi, Yudo Nugroho...

0 komentar:

Posting Komentar