Jumat, 23 Oktober 2009

RISET SEMARANG DAN TEASER

Jumat pagi, 16 Oktober 2009, sekitar pukul 6.30, beberapa kru SangSaka telah bersiap diri di kampus. Kami, yang terdiri dari Dept. Story (Pandhu, Gandes, Condro Bayu, Purba, Miko), Dept.Art (Edo, Ryan), Dept.Camera (Yudo), Dept.Editing (Doank), Talent Manager (Nita, Della), Loc.Manager (Ditha), Dept.Documentation (Gio), serta Pimpro (Avy) hendak berangkat ke Semarang untuk melakukan riset sekaligus mengeksekusi teaser yang telah kami rencanakan. Sekitar pukul 8.00 kami berangkat melewati jalur Magelang - Ambarawa. Setelah 3,5 jam perjalanan, bersaing dengan truk dan bis besar, menghirup segala macam polusi jalanan, kami pun berhasil tiba di Semarang, tepatnya di rumah Yohan Bayu yang akan menjadi base camp kami selama 3 hari. Ryan, salah satu kru) musti bersyukur karena ban sepeda motornya baru sobek setiba di basecamp. Coba bannya kempes di jalan Ambarawa, ketika dia tertinggal cukup jauh di tanjakan di belakang truk dengan Della... hehehe...

HARI PERTAMA, 16 Oktober 2009

Sekitar jam 12.30, dua mbak mentel (Talent Manager) sudah meluncur dari basecamp hendak me-lobby dan mencari para talent untuk produksi teaser pada hari kedua besok. Sorenya, kru-kru lain (termasuk Yohan Bayu) memulai survey di kawasan Kota Lama, Gereja Blenduk. Sesuai namanya, kawasan ini memang dipenuhi bangunan-bangunan yang cukup kuno. Kebanyakan bangunan memang didirikan ketika pemerintah kolonial masih berkuasa. Menjelang maghrib kami mampir sebentar ke danau polder Tawang. Sempat tertipu juga melihat aliran air yang tenang dan hijau, lanskap yang bagus di tengah kota. Tetapi begitu mendekat, bau-bauan yang tak sedap meruap-ruap di hidung. Air di bagian tepinya seperti saus tomat warna hijau yang agak kental. (bayangkan nikmatnya berenang di danau ini.. haha...). Setelah matahari tenggelam, kami kembali ke basecamp untuk beristirahat dan mandi.

Sekitar jam 10 malam, ditambah Mike yang baru datang dari Jogja, kami melanjutkan survey ke Semawis, kompleks Pecinan yang cukup terkenal di Semarang. Di sini, yang kami mendapatkan kesan dan suasana yang benar-benar khas Cina. Stand-stand makanan minuman berjajar di sepanjang jalan. Beberapa stand menjual perhiasan. Ada juga stand karaoke yang melantunkan lagu-lagu Mandarin. Rombongan kemudian dipecah. Ada yang ke gang Lombok (Kapal Chengho dan Klenteng Tay Kak Sie), ada yang menelusuri gang lain, dan ada yang langsung makan karena sudah tidak kuat menahan lapar.

Setelah dirasa cukup, kami berlanjut ke Sam Poo Kong. Klenteng ini merupakan kompleks terluas yang kami temui. Kuilnya tidak hanya satu, tetapi tiga. Itupun masih ditambah beberapa bangunan lain. Di klenteng ini kami juga menemui lilin-lilin merah besar yang lebih banyak dibandingkan di Klenteng Tay Kak Sie. Jangan tanyakan harganya. Cukup bayangkan Anda membakar beberapa sepeda motor atau mobil (ada lilin yang besarnya seukuran tugu).
Dirasa cukup, kami kembali ke basecamp. Dept.Story melanjutkan brainstorming treatment di Cushion Cafe. Yang lain kembali ke kamp penampungan, kecuali Nita dan Della yang menginap di rumah teman yang lain.



HARI KEDUA, 17 Oktober 2009

Setelah treatment dimantapkan oleh Dept.Story melalui diskusi dini hari, eksekusi dilakukan. Sekitar pukul 10.00 WIB, 12 orang kru ditambah Rio (Art Dir.) telah menyerbu Gg.Lombok untuk mengambil gambar di kapal CengHo dan Klenteng Besar. Di sana, para talent yang telah bersedia dan sukarela membantu telah bersiap. Briefing pun dilakukan, dan segera: "Action!"

Jam 10 di semarang sudah seperti jam 12 di jogja, sangat panas dan menyengat; membuat energi para crew cepat drop saat awal - awal produksi (selain menghitamkan kulit tentunya). Ditambah lagi beberapa talent tidak seperti yang diharapkan. Ada juga talent yang sudah pergi lebih dulu sehingga Nita dan Della harus mencari talent dadakan (on the spot).
Siang setelah pengambilan gambar di Klenteng Tay Kak Sie, Condro Bayu harus pamitan lebih dulu ke Jogja karena kesibukannya di tempat lain.

Beberapa kejadian lain yang membuat tim story harus membuat rencana dan treatment baru untuk menyesuaikan dengan waktu dan kondisi lapangan yang ada. Salah satunya adalah dengan melakukan pergantian talent. Bayu, sang storyboard-er kami terpaksa menjadi talent dadakan.
Sempat muncul rasa tidak puas ketika kami selesai eksekusi di tempat itu. Ada sejenis kekurangan yang sulit didefinisikan ketika konsep telah matang dan tergambar sempurna dalam pikiran tetapi yang terekam dalam kamera tidak memberikan suatu kelegaan. "Seandainya bisa, gambaran dalam pikiranku langsung aku capture!" kata Pandhu di sela-sela waktu istirahat.

But life must go on. Sore harinya, setelah Mike, Bayu, dan Yudo selesai dengan still photography, kami segera berlanjut ke salah satu ruas gang di Jalan Semawis untuk ekseskusi scene lain. Tak perlu berlama-lama karena mengejar senja, kami berlanjut ke kawasan Gereja Blenduk, Kota Lama. Di sini, kami melanjutkan pengambilan gambar dengan talent. Setelah dirasa cukup, kami beristirahat sebentar di sana.

Menjelang maghrib, kami kembali ke Jalan Semawis untuk merekam suasana Pecinan malam hari. Namun karena kami datang terlalu awal, belum banyak orang yang datang. Kami pun menunggu di salah satu emper toko dan beristirahat di sana. Tiba-tiba hujan mengguyur daerah Semawis dan ini jelas menunda keramaian itu muncul.

Hujan tidak terlalu lama dan segera reda. Mike dan Yudo segera menyusuri jalanan ini untuk mengambil gambar. Sialnya, gambar yang didapat juga tak terlalu sesuai harapan karena orang-orang baru berdatangan ketika kami sudah hendak pulang.
Pukul 19.30 WIB, kami kembali ke basecamp dan mandi. Rencana makan di luar dibatalkan karena Tuan rumah telah sangat berbaik hati menyediakan makan malam. Sebelum beristirahat, Avy Karyadi, Sang PimPro mengajak kami melakukan evaluasi produksi hari itu dan briefing untuk eksekusi terakhir besok.



HARI KETIGA, 18 Oktober 2009

Pagi-pagi jam 5 kami sudah dibangunkan untuk segera mandi, demi mengejar matahari pagi di Sam Poo Kong. Nita dan Della mendahului ke lokasi untuk mempersiapkan talent dan tempat. Setelah sarapan dan beres-beres, kami langsung pamitan pada orang tua Yohan Bayu karena akan langsung pulang ke Jogja begitu selesai eksekusi di Sam Poo Kong.
Sekitar jam 7.30 kami tiba di Sam Poo Kong, briefing, menyiapkan tempat, mengarahkan talent, dan langsung mengambil gambar. Karena adegannya singkat, kami tidak berlama-lama. Selanjutnya, sambil menunggu jam 10 untuk mendapatkan perijinan masuk kuil, para kru berfoto-foto dulu di sana (buat dokumentasi, hehehe...)

Jam 10. Mike dan Yudo mendapat kehormatan untuk mengenakan kostum kebesaran kaisar dan hakim roda mas demi dapat masuk kuil (bayarnya mahal...). Berempat dengan Yohan Bayu dan Gio, mereka masuk bagian dalam kuil dengan seorang pemandu dan seorang fotografer. Sekitar 1 jam lebih mereka berkeliling di dalam dan mengambil gambar.



Sementara itu, di dekat perempatan jalan raya di luar klentheng, sebuah mobil terbakar. Pandhu, Doank, dan Purba segera berlari ke lokasi untuk mengabadikan peristiwa itu. Menurut saksi mata, mobil kijang itu sempat mengeluarkan asap dari AC sebelum ditinggal oleh pemiliknya dan kemudian terbakar. Tak berapa lama, pemadam kebakaran datang dan memadamkan api itu (ini intermezzo...).

Siangnya, setelah mampir di warung tahu gimbal dan es campur, kami kembali ke Jogja. Melihat kondisi para kru yang cukup memprihatinkan, mata berat, dan mulai berhalusinasi (contoh: Miko yang mengira detik di lampu merah sudah sampai angka 1, padahal masih 19 detik!), kami mampir ke Gua Maria Kerep Ambarawa untuk berdoa sekalian istirahat. Jam 16.15 kami melanjutkan perjalanan ke Jogja dan kemudian kembali ke rumah masing-masing. Besok kami akan melakukan eksekusi adegan lain di Jogja.

Terima kasih atas dedikasi seluruh kru, dan juga semua pihak, termasuk juga talent yang telah membantu dengan sukarela.


Tetap nantikan teaser dari kami...


Tanpa kalian, tak ada Indonesia.

Kamis, 15 Oktober 2009

Persiapan Menuju Semarang, Recruitment, dan juga Schedulling.. Share

Ayo-ayo..masih ada beberapa posisi yang sampai sekarang masih tersisa banyak slot..

HEAD OF PRODUCTION :
- KATARINA HIBER DWILESTARI
- AVY KARYADI


DEPARTEMENT OF STORY
Director :
- PANDHU ADJISURYA
Ass. Director I :
- GANDES P.W
Ass. Director II :
- ALFONSUS CONDRO HERBAYU
Ass. Director III :
-PURBA WIRASTAMA
Scriptwritter :
- PANDHU ADJISURYA
- EDO KARENSA
- JATMIKO KRESNATAMA
Storyboard :
- YOHAN BAYU ARDHIKA


DEPARTMENT OF DOCUMENTATION
Director of Behind The Scene :
- DIAN CARITA
Ass. Director Behind The Scene :
- DANDY WICAKSONO
Camera Person
- GIOVANNY SAULLY
- MERIO FELINDRA
Still Photography :
- MICHAEL EKO


DEPARTEMENT OF CAMERA
Director of Photography :
- YUDO NUGROHO
- CALVIN DAMAS EMIL
Camera Person :
- MARIO ALFRIZKY
- YOHANES JANUADI
- NIKKO SUGIYANTO
- ALOYSIUS CATUR
Chief of Lighting :
- YOHAN BAYU ARDHIKA


DEPARTEMENT OF ART AND EQUIPTMENT
Art Director :
- STEVANUS RIO IRAWAN TANUWIDJAYA
- ANDREAS SANJAYA
- EDO KARENSA
Equiptment :
- NITI BAYU INDRAKRISTA
- BEATRIX DEWAN GANDA
- YOGI PRADITYO
- VINCENTIUS BUDHI
- (YOU)
- (YOU)
- (YOU)
- (YOU)
Wardrobe :
- (YOU)
- (YOU)


DEPARTMENT OF EDITING :
Chief of Editing :
- DONNIE PRIZA ADITHYA
Editor :
- YUNIAR KRIS SANTOSO
- DEDY PUTRA KESUMA
- STEFANUS ANDRE NUGROHO

COREOGRAPHER :
- ALOYSIA NINDYANA CARISSA DEVI
- PRIZKA ZAHRA
- STEVANUS RIO IRAWAN TANUWIDJAYA


MUSIC DIRECTOR :
- DONNIE PRIZA ADITHYA
- ASKA

LOCATION MANAGER :
- DHITA KARENSA
- SAM
- ADIT
- MAHESA
- DOMINICO

TALENT MANAGER
- GISELA AYU
- LIZA NOVIANA
- DELLA
- MARIA YANITA LIDWINA PATRIELLA
- RATIH KUSUMANINGRUM

Finance :
- MARIA GLADIOLIA
- YOU
- YOU

Persiapan Menuju Semarang, Recruitment, dan juga Schedulling.. Share

15 Oktober 2009..

Rapat akbar perdana SangSaka..Agenda rapat hari ini adalah untuk membahas dan juga membicarakan mengenai persiapan SangSaka dalam pembuatan teaser (trailer video, slide foto, serta dalam bentuk poster), pembentukan crew, serta juga penyusunan schedule SangSaka hingga medio Mei-Juni ke depan.

Dalam proses menuju ke Semarang, sempat terjadi sedikit kebingungan mengenai transportasi, namun akhirnya dapat diatasi, walau terpaksa divisi story, yang seharusnya tidak mengurusi hal-hal non-teknis diluar story sampai harus menyelesaikan permasalahan transportasi dan akomodasi selama di Semarang.

Untuk posisi serta jabatan-jabatan yang masih lowong, beberapa jabatan sudah terisi dengan masuknya seorang Music Director yang bernama Aska. Kemudian untuk memenuhi slot di departement of camera, diisi oleh Calvin Damas Emil alias Toink untuk posisi Director of Photography serta Aloysius Catur untuk posisi Camera Person..
Posisi lain yang masih banyak kosong, yaitu untuk posisi Equiptment diisi oleh Yogi Pradityo dan juga Budi, walau memang masih membutuhkan sekitar 6 orang lagi untuk memenuhi kuota divisi ini..
Divisi Manager Lokasi pun bernasib sama seperti Departement of Camera, dimana pada hari ini pun seleruh slot kosong telah terisi.. Dan yang mengisi adalah empat orang anak dari SanataDharma..
Terimakasih buat mereka yang sudah bersedia untuk membantu dan mensukseskan project ini..

Untuk Schedulling, tadi kedua orang PimPro dari SangSaka, yaitu Katarina Hyber dan juga Avy Karyadi membuat penjadwalan bahwa target terdekat untuk akhir bulan ini adalah selesainya teaser dan siap publish. Setelah itu, antara November hingga akhir November adalah pembuatan skenario. Sehingga awal Desember, skenario sudah selesai dan siap untuk dipresentasikan..
Setelah itu, proses masuk menuju casting talent, reading, pendalaman peran, hingga pemenhuan proses perijinan nantinya..

Seperti apakah SangSaka nantinya?
Nantikan teaser dari kami..

Coming Soon....

Brainstorm Dept. of Story with Dept. of Camera

13rd October 2009

Dengan rahmat Allah yang Maha Kuasa, dan dengan didorongkan dengan keinginan luhur, maka akhirnya dept. of story ngadain pertemuan bareng dept. of camera, di lobby kampus FISIP UAJY..
Pertemuan ini lebih banyak mbhas tentang konsep trailer dan teaser yang bakal dibikin di Semarang nanti..
Dept. of Camera yang dipimpin sama DOPnya, Yudo Nugroho sependapat dengan apa yang telah direncanain sama dept. of story.. Cuma ada sedikit penambahan angle-angle dan masukan tentang pengambilan gambar..
Tapi sejauh ini, trailer memang sudah siap untuk diproduksi..

Mau tau seperti apa? Selentingan isu dari pimpro menyebutkan bahwa batas akhir pengambilan gambar baik di Jogja maupun di Semarang, atau Kudus harus selesai pada Senen, 19 Oktober nanti..

nantikan trailer sangsaka, yang akan segera dipublish.. tapi kapan?
nantikan saja perkembangannya..

Selasa, 13 Oktober 2009

5 Jam Peperangan Menuju Teaser

Minggu, 11 Oktober 2009..

Dijadwalkan untuk berkumpul pada pukul 18.00, tapi pada kenyataannya, departemen story baru berkumpul sekitar pukul 18.30.. Itupun dengan minus awak kami, penulis skenario, Edo Karensa..
Di tempat yang sudah di tentukan, justru Departement Behind The Scene, sudah siap sedia untuk mengabadikan gambar para konseptor-konseptor cerita..

Saat sang waktu telah menunjukkan pukul 18.30, peperangan segera dimulai.. Jatmiko Kresnatama, sebagai scriptwriter membuka perang dengan menceritakan karakter-karakter tokoh serta jalan cerita versi dia, kemudian disusul oleh Purba Wirastama, Condro Herbayu, Edo Karensa, dan kemudian Bayu Ardhika.. Setelah mendengar cerita versi masing-masing baru Gandes P.W dan Pandhu Adjisurya, menguruni konsep-konsep yang memang menjadi batasan-batasan ide dari konseptor-konseptor lain..

Peperangan konsep, ideologi, fakta-fakta, simbol dan semiotik menjadi seru ketika satu ide harus dikritisi dan dikomentari oleh awak yang lain..
Setiap orang berusaha mempertahankan argumennya masing-masing walau akhirnya harus muncul juga yang terbaik dai apa yang terbaik..

Konsep opening untuk membuka sebuah trailer pun dipikirkan dan juga dikonsep dalam berbagai versi, dan untuk menemukan konsep yang kemudian disepakati bersama pun membutuhkan waktu hampir satu jam..

Kemudian pembicaraan mulai memanas dengan munculnya banyak ide-ide lain, namun tanpa disadari fragment demi fragment mulai terbentuk, scene demi scene mulai tertata dan kemudian setelah hampir 5 jam departemen of story berBrainstrom di tempat tersebut, sampai juga pada pembicaraan mengenai ending dari trailer tersebut..

Seperti apakah trailer sangsaka nantinya?

Tunggu saja...

Kami para awak tukang konsep cerita atau kami biasa menyebut diri sebagai departement of story...

Pandhu Adjisurya (Director)
Gandes P.W (Ass. Director I)
Alfonsus Condro Herbayu (Ass. Director II)
Purba Wirastama (Ass.Director III)
Jatmiko Kresnatama (Scriptwriter)
Edo Karensa (Scriptwriter)
Yohan Bayu Ardhika (Storyboard)

Senin, 12 Oktober 2009

Sosialisasi Sang Saka

Sabtu, 11 Oktober 2009..

Sang Saka mulai diperkenalkan secara publik di FISIP ATMAJAYA, dan kebanyakan awak sangsaka adalah berasal dari keanggotaan 12.9 AJ KINE KLUB dan beberapa orang di luar 12.9 AJ KINE KLUB yang memang mempunyai semangat untuk memproduksi sebuah film..

Presentasi dan Sosialisasi dipimpin oleh director Sang Saka, Pandhu Adjisurya dan dipimpin oleh Assisten Sutradara I, Gandes P.W..
Presentasi yang berlangsung dari pukul 10.30 hingga pukul 12.30 itu membicarakan banyak hal.. Mulai dari pengenalan tujuan pembuatan project ini, kemudian memperkenalkan para penggagas project ini, dan tentunya tak terlupa adalah latar belakang Sang Saka ini sendiri..

Kemudian setelah itu, sosialisasi ini banyak membicarakan tentang apa saja yang telah berjalan di proses pra-produksi sangsaka ini.. Antara lain, bercerita tentang hasil riset, dan juga pembentukan kru sementara..

Lanjut, sosialisasi membahas mengenai aspek pendanaan Sang Saka, yang sedikit banyak, berbicara bahwa sebelum mendapat Produser yang akan menginvestasikan dananya di project ini, maka seluruh kru sepakat untuk menjadikan project ini sebagai Project Karya, dimana setiap elemen akan benar-benar merasakan bahwa project ini sepenuhnya hasil keringat dan uji kreativitas dan wawasan setiap elemen..

Sosialisasi ini pun membahas mengenai beberapa pos atau job yang masih kosong.. Pada awalnya para peserta sosialisasi masih malu-malu untuk mendaftarkan atau memberanikan diri mengisi pos-pos yang kosong di setiap departemen tersebut.. Namun akhirnya, 70% pos telah terisi.. Seluruh peserta bersepakat untuk berkomitmen atas project Sang Saka ini, walaupun Pandhu dan Gandes telah memaparkan beberapa konsekuensi yang harus ditanggung ketika menjalankan project ini nantinya..

Singkat kata, sosialisasi Sang Saka, mendapat sambutan yang sangat baik..
Dan perjuangan untuk menggapai dan mensukseskan Sang Saka adalah dimulai dari sekarang..

"..mengapa terus seperti ini pah?.."
"..kamu buta ya?.."
"..buta apa pah? apa salahnya aku memperjuangkan negaraku sendiri?.."